Pengertian dan Proses Dasar Penelitian Korelasional

Pakar Penelitian – Penelitian Korelasional Menurut Para Ahli, Menurut Gay (1981) penelitian korealiasonal kadang-kadang diperlakukan sebagai penelitian deskriptif, terutama disebabkan penelitian korelasional mendeskripsikan sebuah kondisi yang ada. Bagaiamana pun, kondisi yang dideskripsikan berbeda secara nyata dari kondisi yang biasanya dideskripsikan dalam laporan diri atau studi observasi. Penelitian korelasional juga menggambarkan suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi diantara variabel yang muncul secara alami.
Dalam beberapa pengertian menurut pakar Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Wallen, 2008:328). Selain itu menurut Gay dalam sukardi (2008) mengungkapkan bahwa penelitian korelasi adalah salah satu bagian dari penelitian ex-postfacto karena biasanya peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dengan tingkat hubungan yang direfleksikan dalam koefisien korelasi.
 
Tujuan Penelitian Korelasional adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik yang lebih canggih. Hasil penelitian korelasional juga mempunya impikasi untuk pengambilan keputusan, seperti tercermin dalam penggunaan prediksi aktuarial secara tepat.

Proses dan Dasar Penelitian Korelasional

Pemilihan Masalah
Studi korelasional dapat dirancang untuk menentukan variabel mana dari suatu daftar yang mungkin berhubungan maupun untuk menguji hipotesis mengenai hubungan yang diharapkan. Variabel yang dilbatkan harus diseleksi berdasarkan penalaran deduktif dan penalaran induktif. Dengan kata lain, hubungan yang akan diselidiki harus didukung oleh teori atau diturunkan dari pengalaman.
 
Pengertian dan Proses Dasar Penelitian Korelasional
 
Sampel dan Pemilihan Instrumen
Sampel untuk studi korelasional dipilih dengan menggunakan metode sampling yang dapat diterima, dan 30 subjek dipandang sebagai ukuran sampel minimal yang dapat diterima. Sebagaimana suatu studi adalah penting untuk memilih dam mengembangkan pengukuran yang valid dan reliabel terhadap varibel yang akan diteliti. Oleh sebab itu dalam menentukan instrumen apa yang akan digunakan harus valid dan reliabel sesuai dengan tujuan penelitian kita.
 
Desain dan Prosedur
 
Desain korelasional dasar pada dasarnya tidak rumit ada dua skor atau lebih yang diperoleh dari setiap jumlah sampel yang dipilih, satu skor untuk setiap variabel yang dipilih, dan skor berpasangan kemudian dikorelasikan. Koefisien korelasi yang dihasilkan mengindikasikan tingkatan atau derajat hubungan antara kedua variabel tersebut.
Analisis data
Pada dasarnya dalam penelitian korelasioanl dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Dalam penelitian korelasional dapat digunakan teknik korelasi bivariat, sesuai dengan jenis datanya, dimana penggunaan yaitu untuk menghitung tingkat hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.
Demikian artikel tentang Penelitian Korelasional Ini semoga bisa menjadi tambahan referensi buat teman-teman dalam pengembangan penelitian selanjutnya.
Pengertian dan Proses Dasar Penelitian Korelasional | mrqadar | 4.5